Showing posts with label Inspirasiku. Show all posts
Showing posts with label Inspirasiku. Show all posts

Friday, 29 November 2013

IBU

IBU

rasa rindu, kangen, pengen lihat wajah.a
tebayang d benak ku,..
ketika dia memarahiku,
ketika dia tersnyum pdaku,,
dan ketika dia menasehatiku,,.
kini dia tak bisa menemani hari" ku lagi,,.
hanya sebatas dunia maya..
dan ketika kesunyian mnghmpiriku...
air mataku tak bisa terhenti saat aku mengingat.a...
saat aku menbyangkn wjh.a,
mmbayangkn bahwa dia berada di sampingku,,.
mnemani aku...
tapiii...
aku tersadar ri dunia khayalku,,.
bahwa..
khayalanku tak kn bisa merubah k'ad"n,,,
kini aku sendiri,,.
tak bisa mlihat senyumnya,
tak bisa mendengarkn omelannya
dan tak bisa mndengarkn nasehat.a,,
ap gi mncium tngan.a,..

Kepakkan sayapmu nak

"Kepak kan sayapmu nak... 
     kepakkan sejauh mana engkau bisa mengepakkannya. jikalau engkau terjatuh, maka bangkitlah kembali. jika engkau tidak bisa bangkit, maka engkau akan berakhir"
     yah begitulah sekiranya hati sang bunda berkata untuk anaknya. bunda menginginkan anaknya menjadi anak yang baik bahkan menjadi yang terbaik. 
      bunda menginginkan aku mengepakkan sayapku, agar aku tidak selalu berada dibawah. jika memang benar aku tidak mengepakkan sayapku, mungkin aku tengah beristirahat sebentar atau selamanya. bunda ingin aku selalu menjadi yang terbaik, ia tidak menginginkan aku lama-lama tersungkur didalam gelapnya jalan, yang dimana tak ada orang lain yang mampu menolong, aku selalu dikuatkan oleh sang bunda. agar aku pun kuat sepertinya, kuat yang menerjang derasnya arus gelombang kehidupan. kuat yang menompong amanah dari yang sang pencipta, yang dimana dia dikaruniai anak, sedang ia harus membesarkan anaknya seorang diri. bukan mudah membesarkan anak seorang diri tanpa ditemani sang kekasih di area globalisasi dan modern ini. aku banyak belajar dari sang bunda, seberapa gigih dan kuatnya beliau menerjang gelombang ini. aku harus bangkit, bangkit, dan bangkit, itulah kata hatiku saat aku terpuruk. aku selalu mengingat betapa sulitnya sang bunda membesarkanku dan adikku. yah aku tak ingin mengecewakannya. aku ingin selalu membanggakannya, apalagi diusiannya yang semakin tua. 
   ah, tak cukup aku membalasnya dengan memberikannya seoggoh air putih pelepas dahaga, karena budi sang bunda tak akan pernah bisa dibalas dengan apapun. selain dengan doa anak yang sholeh dan sholehan, yang bisa menghantarnya ke depan pintu surga. aamiin. 

Dekat dengan IBU

Ingin kudekat dan menangis dipangkuan, sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu...


      yah, aku sudah tak sabar ingin bercerita kepada engkau, aku ingin mencurahkan perasaan ku yang telah lama terpendam didalam benakku. lagi lagi aku sudah tak sabar menanti engkau datang ke kamar ini, kamar yang kecil, yang hanya berdiameter 3-4. tapi tak apa lah, aku sangat merindukan tidur disampingmu. engkau selalu menanya kan bagaimana kabarku. Nanti akan engkau lihat, bagaimana kabarku dan bagaimana aku menitih semuanya dijalan ini.
     sebentar lagi, yah sebentar lagi kehadiranmu akan tercium, dekat, dekat, dan lebih dekat lagi. hingga aku bisa mendekap tubuhmu yang sudah mulai melemas akan usia mu yang semakin bertambah dan berkurangnya sisa hidupmu. kemudian aku akan mencium tangan dan pipimu. aku tak akan pernah melepaskan tanganmu, karena engkau sangat berharga dihidupku, dan bahkan tak kan pernah tergantikan dengan yang lain.
     Nanti... jika telah tiba masanya, aku akan segera pulang. sehingga, engkau tak perlu bersusah payah untuk menemuiku. karena pada hakikatnya aku selalu ada didekapanmu dan engkau selalu ada didekapanku. karena tanpamu, apalah artinya aku saat ini.
#IBURibuan kilo jalan yang kau tempuhlewati rintang untuk aku anakmuibuku sayang masih terus berjalanwalau tapak kaki penuh darah penuh nanahseperti udara kasih yang engkau berikantak mampu ku membalas...ibu, ibu...ingin kudekat dan menangis dipangkuanmusampai aku tertidur bagai masa kecil dululalu doa-doa baluri sekujur tubuhkudengan apa membalas...ibu, ibu...